Tampilkan postingan dengan label tidak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Lokasi 6 Rumah yang Tidak Biasa

Memilih lokasi rumah di tempat yang masih akrab dengan alam memang enak. Tapi, "nggak gini-gini juga, kaleee..." Lihat foto-foto berikut. Lokasi yang dipilih untuk membangun rumah-rumah ini sangat ganjil bin ajaib.


Matterhorn, Switzerland
Swiss Alpine Club membangun tempat menyepi ini di ketinggian 4.003 meter. Benar-benar di bibir jurang yang bersalju. Bagaimana cara mencapai tempat tersebut? Masih jad pertanyaan. Belum lagi ancaman longsoran gletser. Ada-ada saja.


Hermitage of San Colmbano di Leo Valley, Italia
Satu lagi rumah yang dibangun tepat di dinding tebing. Bedanya, yang satu ini tanpa salju. Lokasinya di Passo Pian delle Fugazze, Italia. Uniknya, rumah ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1319!



Elliưaey, Vestmannaeyjar, Iceland
Rumah ini tinggal sendirian di sebuah dataran hijau, dekat tebing yang berbatasan langsung dengan laut. Lokasinya di Vestmannaeyjar, Islandia.



Canada Saint Lawrence River
Rasanya rumah-rumah di pinggir Ciliwung belum ada apa-apanya dibanding rumah ini. Terisolir tanpa tetangga, hanya ada air di sekelilingnya. Kabarnya, kalau air sedang rendah, barulah sang penghuni bisa mengeluarkan kursi untuk berjemur. Tapi bagaimana kalau musim penghujan tiba? Nggak takut ancaman banjir, tuh?



The Holy Trinity Monastery, Yunani
Bagi para biarawan memang mereka butuh tempat yang tenang dan damai untuk menyepi. Waltinjauan, inilah dia kompleks biara di Yunani yang sudah ada sejak tahun 1476. Tempat ini dibangun di atas gunung batu dengan ketinggian 400 meter.

Dulu para biarawan harus menggunakan tali-temali untuk memanjat ke biara ini. Nah, buat Ente yang suka olah raga panjat tebing boleh coba uji nyali di sini.



Katskhi Pillar
Kompleks biara di Yunani punya saingan. Yang satu ini adanya di Georgia, dan milik salah seorang biarawan Georgia yang sudah tinggal selama 20 tahun terakhir. Tempat ini kabarnya ada sejak abad ke-7. Karena rumah ini ditinggali oleh biarawan, otomatis wanita dilarang memanjat.



sumber

Senin, 23 Desember 2013

Suku Maya Tidak Pernah Meramalkan Kiamat 2012

Suku Maya Tidak Pernah Meramalkan Kiamat 2012 - Jika anda mempercayai ramalan bahwa dunia akan berahir tahun 2012 maka anda sangat keliru. Menurut rumor, suku maya telah meramalkan akhir dunia pada tahun 2012, tetapi faktanya suku maya tidak pernah meramalkan akan hal itu. sejumlah pakar kebudayaan Maya menyatakan bahwa ramalan itu tidak ada.

Photobucket

Para pakar ini ingin meluruskan anggapan dan keyakinan bahwa bangsa Maya kuno telah meramalkan dunia akan kiamat pada akhir tahun depan. Kalendar Maya hanya menandai akhir siklus 5.126 tahun sekitar 12 Desember 2012, yang akan membawa kembalinya Bolon Yokte, dewa Maya yang diasosiasikan dengan perang dan penciptaan.

Seniman sekaligus penulis, Jose Arguelles, adalah orang yang pertama kali melontarkan gagasan kiamat berdasarkan kalendar Maya. Namun pertemuan para pakar di kota Maya kuno di Meksiko Selatan menyatakan kalendar itu hanyalah pertanda berakhirnya satu periode penciptaan dan awal periode yang lain. "Kami harus menjelaskan soal itu. Tak ada ramalan tentang 2012," kata Erik Velasquez, seorang pakar etsa di National Autonomous University of Mexico (UNAM). "Itu penafsiran yang keliru."

Photobucket

Institut Sejarah Antropologi Nasional di Meksiko telah mencoba memadamkan maraknya para peramal yang memprediksi datangnya kiamat berdasarkan penanggalan Maya. "Pemikiran orang Barat telah memutarbalikkan pandangan dunia tentang peradaban kuno seperti bangsa Maya," kata institut tersebut. Dalam penanggalan Maya, penghitungan kalender panjang dimulai pada 3.114 SM dan dibagi ke dalam periode 394 tahunan yang disebut Baktun. Bangsa Maya menganggap 13 sebagai angka keramat dan Baktun ke-13 berakhir tahun depan.


Sven Gronemeyer, peneliti kode Maya dari La Trobe University di Australia, yang mencoba mengungkap makna penanggalan itu, menganggap apa yang disebut sebagai hari terakhir merefleksikan sebuah transisi dari satu era ke era berikutnya, yaitu kembalinya Bolon Yokte. "Karena Bolon Yokte sudah pernah hadir pada hari penciptaan, tampaknya wajar saja bagi bangsa Maya bila Bolon Yokte akan datang lagi," ujarnya.

Photobucket

Institut itu menyatakan, dari sekitar 15.000 naskah glyphic resmi yang ditemukan di berbagai daerah yang sebelumnya merupakan kerajaan Maya, hanya dua yang menyinggung soal 2012. "Bangsa Maya tidak memikirkan masalah kemanusiaan, pemanasan global, atau memprediksi kutub akan berfusi menjadi satu," kata Alfonso Ladena, dosen dari Complutense University of Madrid. "Kitalah yang memproyeksikan kekhawatiran kita pada mereka."

Walaupun adanya spekulasi demikian kita tetap tdiak boleh percaya akan ramalan kiamat karena sesungguhnya kiamat adalah sebuah Misteri Allah yang tidak akan pernah diungkap oleh manusia. Mari semua optimis untuk terus menyongsong masa depan dan menyambut 2012 dan kita semua akan memberikan Ucapan Selamat tahun Baru 2012 kepada rekan kita semua.