Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

Rumah Ajaib! Ruang Tamu di Indonesia Dapurnya di Malaysia

Bagaimana rasanya jika rumah yang kita tempati berada di antara dua negara? Inilah yang dialami keluarga Mappangara dan Hasidah. Ruang tamunya berada di Indonesia, namun dapurnya berada di wilayah Malaysia.

Rumah Mappangara tergolong biasa. Rumah panggung khas suku Bugis, yang didominasi oleh kayu dan seng. Namun yang membuat rumah ini istimewa karena letaknya persis di garis patok III Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltim, yang persis berada di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Karena berada di garis batas, wilayah rumahnya pun ‘terbelah’. Di ruang tamunya, yang berukuran sekitar 3X4 masuk wilayah Indonesia, sedangkan dapurnya yang berukuran 2×3 telah masuk wilayah Malaysia. Pulau Sebatik satu-satunya pulau di perbatasan yang terbagi dua, Sebatik Induk milik Indonesia dan Sebatik Barat milik Malaysia.

“Gara-gara letak rumah saya ini, sudah banyak wartawan yang pernah datang,” ujar Mappangara.

Rumah Mappangara ini adalah satu-satunya rumah yang persis di tengah perbatasan, karena letak ruang tamunya yang menjorok dan tak selurus dengan rumah-rumah tetangganya. Rumah-rumah yang ada di samping rumah Mappangara keseluruhan telah masuk wilayah Malaysia.

“Meski rumah saya di perbatasan, saya adalah warga Indonesia, karena asal saya memang Indonesia. Tetangga-tetangga saya juga begitu, kami orang Indonesia,” terangnya.

Mappangara mempunyai KTP Indonesia, dan tidak mempunyai KTP Malaysia. Di rumah-rumah warga yang ada di perbatasan, di pintunya ditempel stiker merah putih berukuran kecil.

Kebanyakan warga di Desa Aji Kuning adalah warga keturunan perantau Bugis. Logat mereka pun percampuran antara dialek Melayu dan Bugis. Demikian pula dengan Mappangara, ia dan seluruh keluarganya adalah keturunan Bugis yang telah mendiami wilayah itu puluhan tahun.

“Saya baru sepuluh tahun di rumah ini, sebelumnya mertua saya yang menempati,” ucapnya.

Sebagian keluarga Mappangara juga sebagiannya tinggal di Tawao, pulau yang merupakan wilayah Malaysia. Sebagian keluarga di desa itu memang memilih tinggal di Tawao untuk mencari nafkah.

“Keluarga saya juga ada di Tawao,” ujar Anwar, tetangga Mappangara.

Kamis, 27 Februari 2014

Lokasi 6 Rumah yang Tidak Biasa

Memilih lokasi rumah di tempat yang masih akrab dengan alam memang enak. Tapi, "nggak gini-gini juga, kaleee..." Lihat foto-foto berikut. Lokasi yang dipilih untuk membangun rumah-rumah ini sangat ganjil bin ajaib.


Matterhorn, Switzerland
Swiss Alpine Club membangun tempat menyepi ini di ketinggian 4.003 meter. Benar-benar di bibir jurang yang bersalju. Bagaimana cara mencapai tempat tersebut? Masih jad pertanyaan. Belum lagi ancaman longsoran gletser. Ada-ada saja.


Hermitage of San Colmbano di Leo Valley, Italia
Satu lagi rumah yang dibangun tepat di dinding tebing. Bedanya, yang satu ini tanpa salju. Lokasinya di Passo Pian delle Fugazze, Italia. Uniknya, rumah ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1319!



Elliưaey, Vestmannaeyjar, Iceland
Rumah ini tinggal sendirian di sebuah dataran hijau, dekat tebing yang berbatasan langsung dengan laut. Lokasinya di Vestmannaeyjar, Islandia.



Canada Saint Lawrence River
Rasanya rumah-rumah di pinggir Ciliwung belum ada apa-apanya dibanding rumah ini. Terisolir tanpa tetangga, hanya ada air di sekelilingnya. Kabarnya, kalau air sedang rendah, barulah sang penghuni bisa mengeluarkan kursi untuk berjemur. Tapi bagaimana kalau musim penghujan tiba? Nggak takut ancaman banjir, tuh?



The Holy Trinity Monastery, Yunani
Bagi para biarawan memang mereka butuh tempat yang tenang dan damai untuk menyepi. Waltinjauan, inilah dia kompleks biara di Yunani yang sudah ada sejak tahun 1476. Tempat ini dibangun di atas gunung batu dengan ketinggian 400 meter.

Dulu para biarawan harus menggunakan tali-temali untuk memanjat ke biara ini. Nah, buat Ente yang suka olah raga panjat tebing boleh coba uji nyali di sini.



Katskhi Pillar
Kompleks biara di Yunani punya saingan. Yang satu ini adanya di Georgia, dan milik salah seorang biarawan Georgia yang sudah tinggal selama 20 tahun terakhir. Tempat ini kabarnya ada sejak abad ke-7. Karena rumah ini ditinggali oleh biarawan, otomatis wanita dilarang memanjat.



sumber