Jumat, 07 Maret 2014

Pemuda PAS Ktan minta Nasharuddin lepas MP Bachok

Harakahdaily, 14 Ogs 2012

(Nasharudin bersama Presiden Umno dan beberapa pemimpin Arab di Mekah)

KOTA BHARU: Dewan Pemuda PAS Negeri Kelantan (DPPNK) meminta bekas Timbalan Presiden PAS, Ustaz Nasharuddin Mat Isa menyatakan pendiriannya dengan jelas samada masih ingin bersama PAS atau membawa haluan yang bertentangan dengan kehendak parti.

"Jika beliau sudah tidak berminat bersama-sama dengan PAS, amatlah wajar untuk beliau meletakkan jawatan sebagai Ahli Parlimen Bachok daripada terus menerus mengkhianati amanah yang diberikan oleh rakyat Bachok di dalam PRU12 yang lalu," kata Setiausahanya, Mohd Nuri Mat Yaacob dalam kenyataannya yang dihantar kepada Harakahdaily.

Beliau mengulas kenyataan Nasharudin  yang dikeluarkan oleh beliau seperti yang tersiar di dalam Buletin Utama TV3 hari ini di mana beliau mencadangkan agar PAS keluar dari Pakatan Rakyat jika DAP menentang hudud.

Beliau juga dilihat bersama-sama dengan Presiden Umno, Datuk Seri Najib Razak di Mekah sedangkan pada awal Ramadhan lalu beliau telah pergi ke sana.

"DPPNK melihat cadangan beliau tersebut hanyalah mengulangi hujah-hujah yang diratib oleh pemimpin-pemimpin Umno selama ini.

"Sedangkan semua pihak sedia maklum bahawa kerajaan pusat yang ditunjangi oleh Umno dan BN lah yang sebenarnya menghalang pelaksanaan hudud di Kelantan selama ini," kata Nuri dalam kenyataannya.

Ditambah dengan sikap beliau yang dilihat pro Umno sejak kebelakangan ini, DPPNK melihat amat wajar untuk beliau membuat pengisytiharan rasmi adakah beliau masih setia bersama PAS atau sebaliknya.

"Jika beliau sudah tidak berminat bersama-sama dengan PAS, amatlah wajar untuk beliau meletakkan jawatan sebagai Ahli Parlimen Bachok daripada terus menerus mengkhianati amanah yang diberikan oleh rakyat Bachok di dalam PRU12 yang lalu," katanya.

Bagi DPPNK, katanya, PAS sedikitpun tidak rugi jika individu seperti beliau mengangkat kaki meninggalkan parti.

Kamis, 06 Maret 2014

Gua Yang Berhias Jutaan Kelelawar Di Ngerong

Gua alami itu cukup unik. Pada beberapa bagian dinding gua tampak berwarna hitam karena ada jutaan ekor kelelawar yang menempel dan bergantungan . Suara yang bergemiricit pun terdengar riuh rendah disana. Bau yang cukup menyengat dari Guano (  kotoran kelelawar )  disekitarnya tak menyurutkan niat pengunjung untuk berkunjung ke gua itu.

Begitulah gambaran dari Gua Ngerong yang berada di kawasan perbukitan kapur di Tuban - Jawa Timur. Tak hanya itu saja, dari dalam gua itu juga mengalir sungai yang mengalir tiada henti walau pada musim kemarau. Sungai itu juga unik karena dihuni oleh jutaan ekor ikan dalam beraneka  jenis.


     
Sungai dengan banyak hilir mudik ikan di aliran airnya tentu menggoda minat untuk mengambilnya dengan cara memancing, menjala,atau bahkan dengan memberi potas.


Namun hal itu tidak berlaku di Gua Ngerong.Karena walau di sungainya banyak terdapat ribuan ekor ikan berbagai jenis dan ukuran, tak ada seorang pun yang berani mengusik keberadaan ikan-ikan itu karena dikeramatkan oleh warga setempat. 
Konon, bila ada yang berani melanggar pantangan itu, sangat diyakini orang itu akan segera mendapat musibah. 
Hanya ikan-ikan yang melewati daerah batas jembatan yang diijinkan untuk diambil oleh warga dan dikonsumsi. Mitos ini seolah menjadi pagar betis alami yang melindungi kelestarian ikan-ikan itu. 
Ikan Itulah yang menjadi daya tarik wisata Gua Ngerong yang ada di Desa Rengel Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban – Jawa Timur, sekitar 28 km arah tenggara dari pusat kota rengel . Sangat mudah untuk menuju ke lokasi Gua Ngerong sangat mudah karena berada di dekat jalan raya utama yang dilalui banyak angkutan umum.
Tiket masuk Gua Ngerong Rp 3000 per orang belum termasuk karcis parkir untuk kendaraan. Di Gua Ngerong ini terdapat sungai yang mengalir tenang dan berkedalaman 1,5 meter. Sungai itu dinaungi pepohonan besar dan rindang dari berbagai jenis dengan berbapa bagian akarnya saling menempel, berjuntai dan menggantung di tebing batu . Aliran sungai berasal dari mata air yang terdapat di dalam Gua Ngerong. 
Gua Ngerong yang lubangnya berdiameter 5 meter itu sendiri sudah tampak bentuk luarnya ketika dipandang dari gerbang masuk yang berjarak sekitar 80 meter. Banyak warga yang beraktifitas di sungai itu seperti berenang, mencuci atau sekedar bercengkerama dan bercengkerama satu sama lainnya di tepi sungai 
Di sungai itulah ikan-ikan yang hidup di aliran sungai Gua Ngerong itu hidup dan berkembang biak dengan lestari. Beberapa diantaranya adalah jenis ikan Nila, mujair, gurami, dan lele . Rata-rata ukurannya sebesar tapak tangan orang dewasa. Bahkan untuk jenis ikan lele yang berwarna coklat dan putih itu ada yang berukuran cukup besar.Panjangnya ada yang seukuran lengan tangan orang dewasa. 
Yang menarik, pengunjung Gua Ngerong bisa memberi makan ikan-ikan itu dengan pakan yang banyak dijual di sekitar lokasi. Pakan itu cukup unik sederhana dan unik karena berupa ‘ klenteng ‘ ( biji Randu ) , roti dan jagung brondong yang dijual dengan harga Rp 500 – Rp 2000 per bungkus. 
Pengunjung tinggal menyebarkan klenteng, roti atau jagung brondong itu ke sungai. Dalam hitungan detik saja akan segera tampak ribuan ekor ikan segera mendekati dan saling merebut pakan. Dalam hitungan detik, pakan itu pun sudah berpindah ke perut ikan. Entah apa sebabnya dan bagaimana mulanya ikan-ikan di Gua Ngerong itu sangat suka dan rakus diberi pakan berupa klenteng. Konon , dulu di sekitar Gua Ngerong banyak terdapat pohon randu. Ketika buah randu telah kering dan menebarkan biji-bijinya ke sungai, menjadikan ikan-ikan itu terbiasa memakannya. 
Bisa jadi juga karena tingginya kandungan nutrisi dan minyak yang terdapat pada biji klenteng atau karena faktor lainnya. Ikan-ikan itu juga rakus memakan daun-daunan yang lunak seperti daun pepaya, daun kangkung daun singkong dan daun talas yang biasanya juga dibawa dan diberikan oleh pengunjung.

Khusus untuk ikan lele itu lebih suka dan berebut pakan jika pakan yang diberikan adalah jagung brondong atau roti. Laksana bisa bersikap toleransi, ikan Lele itu tidak tampak mendekat dan berebut pakan jika pakan yang diberikan itu berupa kelenteng.

Tak hanya ikan, di Gua Ngerong juga dihuni beberapa ekor bulus ( semacam penyu ) berwarna putih jenis Chitra chitra .Bulus-bulus itu mempunyai nama unik seperti Sanggem, Poleng dan Menik yang tinggal dan bersembunyi di dalam gua. Uniknya, satwa berkarapas (bertempurung keras) itu bisa mendekati pengunjung jika dipanggil namanya dan diberi pakan berupa roti.
Namun untuk memanggil bulus-bulus itu butuh kesabaran tersendiri. Tak jarang ketika bulus-bulus itu sudah berenang dan mendekati pengunjung yang memberi pakan roti, entah kenapa bulus-bulus itu seakan balik kucing dengan berrenang dan bersembunyi lagi ke dalam Gua Ngerong.
Tak hanya itu saja keunikan dan daya tarik Gua Ngerong. Memandangnya dari kejauhan, tampak dinding Gua Ngerong berwarna hitam di beberapa bagiannya. Ternyata warna hitam itu adalah warna ribuan ekor kelelawar jenis Rousettus sp dan Rhinolopus sp. yang hidup berkoloni dan bergelantungan di dinding gua.
Riuh suara gemericit ribuan kelelawar di dinding gua berpadu dengan suara kecipak air ribuan ekor ikan di sungai yang ada di bagian bawahnya laksana paduan suara orkestra alami.

 
Karena dihuni oleh banyak kelelawar yang membuang kotoran di berbagai tempat, membuat lokasi wisata ini berbau kotoran kelelawar yang khas dan menyengat. Bahkan cukup sering terjadi kotoran dari kelelawar yang hilir mudik berterbangan itu jatuh menimpa pengunjung yang ada di bawahnya.
Gua Ngerong dengan segala keunikan dan misterinya ini menarik banyak perhatian dari berbagai pihak untuk melakukan penelitian dengan masuk ke dalam gua.Diantaranya adalah Klub penelusuran gua Garbhabhumi dari Jakarta yang dibentuk oleh Norman Edwin (almarhum). Pada tahun 1980an mereka melakukan penelitian dengan masuk ke dalam gua dengan menyusuri lorong-lorong gua melalui sungai Gua Ngerong dan melawan arus sungai.
 
Pada tahun 2002 , Cahyo Rahmadi, peneliti bidang Zoologi dari Puslit Biologi – LIPI juga pernah mengadakan penelitian di Gua Ngerong yang memfokuskan penelitian pada satwa Arthtropoda yang hidup di Gua Ngerong.


Beberapa tahun lalu Gua Ngerong ini juga pernah menjadi bahan liputan utama dua acara telivisi swasta yaitu Expedition - Metro TV dan Jejak Petualang - Trans 7.

 

Sayangnya , justru dari pihak pemerintah daerah setempat yang tidak terdengar kiprahnya untuk melakukan penelitian secara khusus pada Gua Ngerong dan mempublikasikan tinjauan penelitiannya.


Penelitian itu penting untuk dilakukan karena banyak pengunjung yang ingin tahu apa dan bagaimana kondisi yang ada di dalam gua Ngerong beserta segala misterinya.
Gua Ngerong memang sangat menarik untuk dikunjungi. Disana kita bisa menjumpai harmoni kehidupan alam antara manusia, satwa dan flora.

====================

Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini  :

Main Game = Dapat Dollars   

Instant Access To Get Freelancer Jobs 

Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter

Peluang Mendapatkan Dollar Via Internet 

Museum Santet Di Surabaya

Tips Memasang Iklan Di Blog 

Share Status di Fb/Twitter Dapat Komisi 

Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban


Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban


Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :

www.blogger.comblogspot.com

Rabu, 05 Maret 2014

‘Pasangan Bak Kut Teh” ditampar tiga pertuduhan di mahkamah

OLEH RITA JONG
July 18, 2013
Pasangan blogger sex Malaysia didakwa di Mahkamah Sesyen Kuala Lumpur hari ini, atas tiga pertuduhan selepas mencetuskan kontroversi menyiarkan gambar yang menyentuh sensitiviti masyarakat Islam terutama pada bulan Ramadan di laman sosial Facebook baru-baru ini.

Pasangan itu, Alvin Tan Jye Yee, 25, dan Vivian Lee May Ling, 24, yang dikenali dengan nama Alvivi turut didakwa atas kesalahan menyiarkan bahan berunsur seksual di laman web tahun lalu.

Kedua-duanya mengaku tidak bersalah dan minta dibicarakan.Mereka didakwa mengikut Akta Hasutan, Akta Penapisan Filem dan Kanun Keseksaan.

Pasangan itu dituduh menerbitkan bahan berunsur hasutan di Facebook bertajuk `Alvin and Vivian-Alvivi di https://www.facebook.com/alvivi.swingers dengan gambar bertajuk "Selamat Berbuka Puasa dengan Bak Kut teh.. Wangi, enak, menyelerakan!!!" bersama logo Halal di sebelahnya.

Mereka dituduh melakukan kesalahan itu di alamat 568-14-8 Kompleks Mutiara Jalan Ipoh, Batu 3 1/2, Kuala Lumpur, antara 11 Julai dan 12 Julai lalu. - 18 Julai, 2013.

Selasa, 04 Maret 2014

APAKAH INSIDEN TANDUO 2 2 5 SABAHKINI





 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Oleh : MUTALIB M.D
 


MUNGKIN Pesuruhjaya Polis Sabah, Dato Hamza Taib pakar matematik kerana dapat menyelesaikan kemelut pencerobohan Tentera Sultan Sulu dengan cekap iaitu 200 orang penceroboh tolak dengan 12 kematian, 10 serah diri (dinafikan kemudiannya) maka jumlah yang tinggal di Tanduo adalah KOSONG!

Saya teringat Puzzle yang ditanya Tun Dr Mahathir Mohammad kepada Tan Sri Ting Pek King bagaimana mahu menyelesaikan Formula 2 + 2 = 5 kerana tidak ada sesiapa di dalam mesyuarat khas berkenaan tahu jawapannya.
Kata Ting, "Satu untuk you, satu untuk gua. Dua untuk you, dua untuk gua. Tiga untuk you, gua tatak payah!" (Maksudnya, satu untuk anda, satu untuk saya. Dua untuk anda, dua untuk saya. Tiga untuk anda, saya tidak perlu). Dengan kata lain, RASUAH.

Tetapi dalam isu pencerobohan Tentera Mat Bom @ Ahmad Malandi yang dijenamakan semula senagai Tentera Sultan Sulu, Pasukan Perisik Sabahkini.net yang menjalankan tugas berbahaya menjalankan intipan, risikan dan perhubungan mendapati jumlah mereka hanya 76 orang; enam daripada mereka ialah wanita!

Malam tadi, Kumpulan Perisik Sabahkini.net menerima panggilan penduduk kampung Tg Batu bahawa sekumpulan antara 30 hingga 36 orang Tentera Mat Bom yang terlepas daripada serangan pihak berkuasa bersembunyi di sekitar hutan di antara Kampung Tanjung Batu, Kampung Pasusul dan Kampung Tg Labian.

Namun atas sebab keselamatan dan masih dalam kawalan polis; kedudukan mereka telah dilaporkan kepada polis; malangnya polis tidak percaya ada yang terlepas daripada serangan mereka.

Sehubungan itu Pasukan Perisik Sabahkini.net sukar menjalankan tugas risikan, namun melalui perhubungan telefon dengan penduduk kampung, mereka mengakui tidak nampak secara jelas; tetapi mereka bertelefon dengan beberapa orang penduduk kampung yang turut serta dalam Tentera Mat Bom dan keluarga mereka di Filipina; mereka mendapat tahu bahawa di antara 30 hingga 36 orang dapat melepaskan diri daripada serangan di Tanduo.

Manakala 10 orang daripada 76 orang Tentera Mat Bom telah berjaya melarikan diri melalui laut dengan berenang atau menumpang sampan nelayan Kampung Tanduo sekitar jam 1.30 petang kelmarin.

Jika dicongak kembali, 10 orang menyerah diri (hilang tanpa jejak), 12 terbunuh, 10 melarikan melalui laut; maka bakinya 34 orang yang kini berada di antara Kg Tg Batu, Kg Pasusul, Tg Labian dan menuju ke Tanagian Lama.

Namun kata polis Game Is Over kerana mereka tidak yakin ada yang dapat melepaskan diri setelah dikepung oleh pihak berkuasa Malaysia dan Filipina.

Mungkin Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri tidak malu kerana menurunkan begitu banyak pasukan keselamatan dengan kos lebih RM200 juta (anggaran Tan Sri Harris Salleh) untuk berunding sebelum menggempur 20 Tentera Sultan Sulu yang sebelum ini dilaporkan sejumlah 200 orang?

Siapa yang akan percaya kepada polis jika keadaan sebegini genting gagal ditangani dengan sempurna sehingga mengorbankan dua komando terbaik Vat 69 dan mencederakan beberapa orang kerana bengap, bebal dan degil untuk menerima laporan penduduk kampung yang disalurkan melalui Sabahkini.net dan SMS?

Nasib dua daripada tiga Naib Presiden UMNO mungkin dalam dilema kerana mereka gagal mempastikan Sabah selamat daripada pencerobohan kerana kedua-dua mereka memegang jawatan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri.

Dalam pada itu, penduduk Lahad Datu masih dalam trauma dan ketakutan kerana jumlah PATI termasuk pemegang IC Projek di bandar ini terlalu ramai sehingga mengatasi penduduk tempatan.

Malah Ketua Penerangan UMNO Silam dan sebahagian besar ketua cawangan dan ahli UMNO Silam juga adalah PATI yang mendapat kad pengenalan projek sehingga mereka ini menjadi gunting dalam lipatan dan menjadi Cocoon kepada Warga Penyu terutama penjenayah yang berjubahkan Pejuang MORO!

Senin, 03 Maret 2014

Asal Usul Minuman Teh


Bangsa China telah minum teh selama 5.000 tahun. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda . Legenda yang paling terkenal adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung (diucapkan: Shay-Nung). Penemuan teh olehnya belum ditempatkan secara tepat dalam sejarah, yaitu pada tahun 2737 Sebelum Masehi.

Selama ribuan tahun, bangsa China meminum teh untuk kesehatan dan kenikmatan. Tidak seorangpun tahu apa yang menyebabkan mereka tertarik dengan daun hijau serta mengkilap dari Camellia sinensis , tetapi legenda populer dapat memberi pengetahuan kepada kita.



Pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan mengambil air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh di panci berisi air mendidih tersebut. Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tidak menyerupai minuman tersebut. Kaisar menemukan air rebusan itu sedap dan menyegarkan tubuh.

Legenda dari India menghubungkan penemuan teh dengan biarawan Bodhidharma. Sang biarawan sangat kelelahan setelah mengakhiri pertapaannya selama 7 tahun. Dalam keputusasaan dia mengunyah beberapa daun yang tumbuh didekatnya, yang dengan serta-merta menyegarkannya kembali.

India saat ini merupakan pengtinjauan teh terbesar di dunia, tetapi tidak ada catatan sejarah mengenai minum teh di India sebelum abad kesembilan belas. Eksperimen dari Bodhidharma mengunyah teh tidak pernah disebarkan kepada masyarakat umum pada saat itu.

Mitologi lain dari Jepang mengenai biarawan yang bertapa, Bodhidharma, menjelaskan bagaimana ia membuang kelopak matanya yang berat ke tanah karena merasa frustasi tidak mampu untuk tetap terjaga. Pohon teh tumbuh di mana ia membuang kelopak matanya. Dedaunan dari pohon yang baru tumbuh ini secara ajaib menyembuhkan kepenatannya.

Teh bukan asli dari Jepang, maka mitologi ini tidak memberikan penjelasan untuk keberadaanya secara mendadak di Jepang. Realitanya kurang beragam: di awal abad kesembilan, seorang biarawan dari Jepang yang pulang dari pengembaraan, bernama Dengyo Daishi membawa biji tanaman teh dari Tiongkok.

Metode pembuatan teh dengan panci terbuka yang diperkenalkan oleh Kaisar Shen Nung terbukti setelah sekian lama waktu berjalan. Hal tersebut membutuhkan waktu 4.000 tahun sebelum metode pembuatan teh yang kita kenal sekarang dikembangkan.

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), bangsa Tiongkok mulai membuat teh dengan air mendidih. Dengan sedikit adaptasi, tempat penuang anggur tradisional dari Tiongkok yang menggunakan penutup menjadi teko teh yang sempurna.

Pengertian "Teh"
Teh dengan segala variasinya di dunia dalam pengejaan dan pengucapan berasal dari sumber tunggal. Te , berarti teh dalam dialek China Amoy. Bahasa China nasional dari kata teh, cha , juga mengtinjauankan beberapa turunan kata lain di dunia.

Teh masuk ke Eropa pada awal abad ketujuhbelas. Dibandingkan kelebihan teh dalam hal pengobatan, bangsa Eropa lebih memilih aroma kopi. Hanya diantara beberapa golongan kecil dari kaum bangsawan, yang mempopulerkan teh.

Masuknya Teh Ke Eropa
Pada awal abad ketujuh belas, pedagang dari bangsa Belanda dan Portugis pertama kali memperkenalkan teh ke Eropa. Pedagang Portugis mengirimkan dengan kapal dari pelabuhan China, Macau, sedangkan pedagang Belanda membawanya dari Indonesia ke Eropa.

Minuman baru yang datang bersamaan dengan muatan sutera dan rempah-rempah ini tidak mengalami sukses dalam sekejap. Bangsa Eropa mencicipi teh, tetapi mereka lebih memilih aroma kopi. Sedangkan pedagang Inggris menunggu hingga tahun 1652 sebelum akhirnya mulai memperdagangkan teh.

Bangsa Rusia merupakan penggemar awal teh. Teh yang mereka konsumsi datang melalui jalur darat dari Cina menggunakan kereta yang ditarik oleh unta. Ketika penggemar teh di Rusia meningkat, barisan unta yang membawa teh semakin memanjang.

Pada akhir abad kedelapan belas, beberapa ribu kereta yang ditarik unta, kira-kira 200-300 kereta pada satu saat menyeberangi perbatasan China. Jalur kereta api lintas Siberia menggantikan kereta yang ditarik unta, tetapi perjalanan romantik tersebut menyisakan ingatan yang popular atas campuran lembut teh hitam China yang terkenal sebagai Karavan Rusia.

Kemajuan Teh Melalui Kerajaan
Pada abad ketujuhbelas di Eropa, tak satupun yang menolong penjualan teh selain pelanggan dari keluarga kerajaan.

Acara minum teh menjadi istimewa pada tahun 1662, ketika Raja Charles II dari Inggris menikah dengan Catherine dari Braganza, seorang putri berkebangsaan Portugis dan seorang penggemar teh. Catherine mengawali tradisi minum teh dalam istana, dengan menggunakan mangkuk dan teko teh transparan buatan China - dan segera para anggota istana lain mengikuti caranya.

Pada saat itu harga teh dinilai mahal, namun sekarang sudah menjadi umum. Seketika teh menjadi mode dan eksklusif. Menurut sudut pandang kaum bangsawan, hal tersebut merupakan sesuatu yang menarik.

Pada abad ke-17, di Eropa, teh merupakan produk praktis yang memiliki kegunaan besar. Kebanyakan air tidak layak diminum. Bagi yang ingin menghindari penyakit, pilihan yang ada tidak membangkitkan semangat: secangkir air mendidih, atau bir yang cukup kuat untuk membunuh bakteri.

Di Inggris dan beberapa negara, dimana bir adalah minuman yang umum untuk sarapan, teh menjadi altenatif lain yang disambut baik. Pada akhirnya teh menjadi pemuas dahaga yang hangat dan menyegarkan, penuh rasa, dan aman untuk diminum.

Pada abad ke-18, di keluarga kaya, minum teh merupakan acara dalam perayaan besar. Daun teh yang bernilai tinggi seringkali disimpan dalam kotak penyimpanan yang berkunci, dimana hanya ada satu kunci.

Sekali atau dua kali dalam seminggu, nyonya rumah akan membuka kuncinya dan menghidangkan teh untuk suguhan dalam keluarga, atau untuk memberi kesan pada tamu istimewa.

Teh disajikan dengan porselin yang memiliki mutu baik, yang menandakan tingkat kekayaan, selain untuk menambah arti dari perayaan. Hal ini juga merupakan kesempatan bagi para wanita untuk memamerkan kulit mereka yang pucat dan struktur tulang yang lembut dibandingkan porselin China. Dua atribut ini merupakan tolok ukur kemurnian seorang wanita pada saat itu.

Kehidupan sosial pada awal pertengahan abad ke-18 beralih dari kebiasaan seperti kedai kopi digantikan dengan kebun teh. Kebun teh menjadi seperti surga: pohon-pohon di tepian jalan, lentera yang menerangi jalan setapak, musik, tarian, kembang api, dan makanan enak ditemani dengan secangkir teh yang nikmat.

Kebun teh tidak hanya tempat yang menyenangkan, tetapi juga merupakan tempat untuk pertemuan sosial. Di tempat eksotis ini, keluarga kerajaan dan rakyat biasa dapat berjalan bersama.

Konsumsi teh meningkat secara dramatis selama awal abad ke-19. Mode dan penurunan harga membangun pasar yang sulit dipenuhi oleh para pemasok barang. Untuk menerobos monopoli dari China, perdagangan teh beralih ke India untuk mengisi kesenjangan.

Masuknya "Teh" Ke India
Ketika konsumsi teh meningkat pada awal abad ke-19, Perusahaan India Timur mencari sumber persediaan baru. Sejak bangsa China memonopoli penamanan teh, solusinya adalah dengan menanam teh dimana-mana.

Percobaan pertama dengan bibit teh dari China dikelola di Assam, timur laut India. Tetapi eksperimen ini tidak bertinjauan, meskipun bibit yang sama tumbuh dengan baik di Darjeeling, India bagian utara.

Kemudian pada tahun 1820, para ahli tumbuh-tumbuhan menemukan tumbuhan lokal yang belum teridentifikasi. Mereka mengirim contoh daun ke London untuk dianalisis. Contoh daun tersebut dengan segera dikenali sebagai teh - tanaman yang pada mulanya tidak dikenal di India - kemudian lahirlah industri teh India.



sumber

Minggu, 02 Maret 2014

Liverpool Lonjak Tangga Ke 2


Pemain pertahanan Liverpool, Martin Skrtel memberikan mesej amaran bahawa mereka adalah pencabar utama kejuaraan Liga Perdana Inggeris musim ini selepas pasukan itu membelasah Fulham 4-0 di Anfield, malam tadi.

Kemenangan itu meletakkan Liverpool kini di tangga kedua liga dengan 23 mata selepas 11 perlawanan, hanya dua mata di belakang pendahulu, Arsenal.

Namun Arsenal hanya akan mengharungi perlawanan ke-11 malam ini apabila berdepan juara bertahan, Manchester United di Old Trafford, jam 12.10 tengah malam ini.

Di Anfield malam tadi, Skrtel menjaringkan gol kedua Liverpool pada minit ke-26, tiga minit selepas pemain Fulham, Fernando Amorebieta menjaringkan gol sendiri.

Kemenangan Liverpool dilengkapkan menerusi dua lagi gol sumbangan penyerang berbisa mereka, Luis Suarez pada minit ke-36 dan 54.

“Kami mahu memberikan mesej yang kami di sini dan bersedia untuk bersaing. Kami gembira dengan tiga mata penuh ini. Kami mahu meneruskan rentak cemerlang seperti ini,” kata Skrtel.

Sabtu, 01 Maret 2014

Leuniey sendiri jemput bapa kandung jadi wali

Wartawan Sinar Harian 27 Disember 2012
Leuniey Norlaila (kanan) bersama Leuniey ketika ditemu bual media suatu ketika dahulu.
KOTA BHARU - Ibu Nur Eilunie Natasha atau Leuniey, Nor Laila Abu Bakar mengharapkan kemelut yang berkaitan jemputan kepada ayah kandung anak sulungnya itu dapat diselesaikan dengan baik.
Menurutnya, tidak ada apa yang perlu diperbesarkan kerana sebagai bapa dia berhak berada di samping anak perempuannya itu untuk mewalikan pernikahan yang akan diadakan Jumaat ini.
“Memang kita jemput, tetapi dia tidak mahu datang ke rumah kita, biasalah apabila berlaku perceraian. Pada saya tak ada apa, ia lebih kepada isu dalaman keluarga dan perkara ini boleh diselesaikan,” katanya ketika dihubungi Sinar Harian di sini, semalam.

Nor Laila, 40, berkata demikian sebagai menafikan laporan sebuah akhbar kelmarin yang mendakwa bapa kandung Leuniey, Jaafar Mohamad terguris kerana tidak diundang ke majlis perkahwinan itu.

Katanya, Leuniey sendiri menjemput bapa kandungnya itu untuk menghadiri majlis pernikahannya ketika ke rumah bekas suaminya bagi mendapatkan tandatangan wali.

Nor Laila berkata, isu itu tidak perlu ditimbulkan kerana Jaafar adalah wali kepada Leuniey dan dia perlu hadir pada majlis akad nikah tersebut.

Leuniey, 21, yang akan melangsungkan perkahwinan dengan penjaga gawang kebangsaan, Khairul Fahmi Che Mat, 23, akan dinikahkan Imam Besar Masjid Pasir Pekan di kediaman Leuniey di Pasir Pekan, pada jam 10 pagi.

Jaafar sebelum ini melahirkan rasa terkilan selepas didakwa tidak dijemput menghadiri majlis pernikahan Leuniey yang merupakan anak sulungnya tinjauan perkahwinan dengan Nor Laila sebelum mereka bercerai 10 tahun lalu

Katanya, hanya Leuniey anak perempuannya dan sebagai seorang bapa besar harapannya untuk melihat sendiri ketika anak diijabkabulkan, namun dia tidak dijemput untuk menghadiri majlis pernikahan itu.

Nor Laila yang mengakui anaknya turut berkecil hati dengan apa yang berlaku mengharapkan segala-galanya berjalan lancar tanpa meninggalkan kesan negatif di hati masing- masing.