Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Minggu, 22 Desember 2013

Batu Tertua di Bumi Bukan Berasal Dari Bumi




Hajar Aswad adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘RUBY’ yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril. Namun sebenarnya warna asli hajar aswad adalah putih, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya.

“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah.


Pada abad 21 ini, dimana jaman sudah sedemikian modern, para peneliti sains meyakini bahwa Hajar Aswad merupakan batu tertua didunia dan bisa mengambang di air. Penelitian tersebut sudah dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan bisa dipertanggungjawabkan. Di sebuah musium di Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita!!! Hal ini selaras dengan sabdaRasulullah SAW yg penulis kutip pada awal artikel,yaitu :

“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Beberapa fakta Luar Biasa lain tentang Hajar Aswad adalah seperti yang dijelaskan dalam beberapa riwayat didawah ini.

Satu riwayat Sahih lainnya menyatakan:
“ Rukun (HajarAswad) dan makam (Batu/Makam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.


Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”

Dalam riwayatnya, disebutkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran

Subhanallah. Maha Suci Allah yang sudan menciptakan segala sesuatu dengan Maha Hebat. Untuk anda yang ingin menggali informasi lebih lanjut tentang Hajar Aswad, silahkan kunjungi sumber berikut :

http://www.bootingskoblog.com/2009/08/19/misteri-batu-hajar-aswad-yang-menggegerkan-nasa/http://www.eriricaldo.com/inspirasi/rahasia-hajar-aswad.html

Senin, 18 November 2013

Pelajaran Berharga Dari Seorang Tuna Netra

Ini adalah kisah dua orang pria yang sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita penyakit yang mengharuskannya duduk dekat jendela disamping tempat tidurnya selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan untuk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. 

http://cintasiramarama.com/wp-content/uploads/2011/07/Panel-Windows-with-Different-Lengths-Formed-by-the-Wall-Leading-to-the-Scenery-475x341.jpg

Sedangkan pria yang lain harus berbaring. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini berteriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.

Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk sambil melihat keluar jendela. 

Sambil tersenyum dan dengan wajah gembira dia menggumam, "Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi." gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum. 

Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, "Apa yang kau lihat di luar sana, kawan?"

"Sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah." jelas pria yang duduk

Setiap sore ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria yang hanya bisa berbaring merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan begitu detil sehingga membuat pria yang berbaring membayangkan semua keindahan pemandangan itu. 

Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya pun semakin bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. 

Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, seorang perawat mendapati pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. 

Pria yang kedua merasa begitu kehilangan seorang teman yang mengisi hari-harinya. Begitu penasarannya dengan apa yang diceritakan oleh sang kawan hingga ia meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. 

Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. 

Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah . . . Tembok Kosong!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. 

Dari perawat itulah dia menyadari bahwa rekannya yang sudah meninggal ternyata seorang Tuna Netra yang terserang penyakit parah dan kronis

 
Hikmah :

Kata yang penuh semangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. 

Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.

Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Sumber : situslakalaka.blogspot.com  

Minggu, 17 November 2013

Ada harapan baru dari setiap kegagalan



Hari ini satu dari lima karya saya, ditolak oleh penerbit Hikmah. Kata mereka karya saya layak diterbitkan namun trend pasar tidak mengarah pada buku yang anda buat, jadi buku anda tidak bisa di publish oleh penerbit kami.
Hmm mendengar perkataan ini saya tidak merasakan apapun, kecewa juga tidak. Namun ini adalah peluang saya untuk bisa lebih baik lagi dalam membuat karya. Kritikan seperti ini membuat saya jadi terpacu untuk membuat karya yang sesuai baik dan sesuai dengan standar penerbitan saat ini. Tidak hanya itu saya malah banyak bertanya tentang trend pasar saat ini serta tentang kualitas dari penulisan. Tak disangka ternyata mereka sebenarnya suka dengan cara menulis saya, kata mereka tulisan saya komunikatif dan bisa membuat pembaca dan penulis merasa dekat satu sama lain. Tidak hanya itu ternyata mereka mau bekerjasama dengan bila ada proyek pembuatan buku yang bersifat magazine book dan buku-buku yang membutuhkan ghost writer. Mendengar kesempatan ini membuat saya yakin selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa dan kejadian.
Bila saya pergi dengan perasaan dongkol dan tergesa-gesa meninggalkan penerbit itu saya tidak mungkin mendapatkan peluang-peluang berharga seperti ini. Disamping itu saya juga tidak mendapatkan informasi berharga tentang perkembangan trend penulisan. Nah kalau sudah begini saya pasti tidak akan mendapatkan apapun dari peristiwa tersebut. Peristiwa ini juga membuat saya lebih semangat lagi dalam dunia tulis menulis. So bagi sobat pembaca blog yang sudah menulis buku terus di tolak sama penerbit, jangan patah semangat ya…. Tanya apa saja kekurangan kita dalam menulis, karena bisa jadi penolakan tersebut sebenarnya bukan didasarkan karya kita buruk atau kita tidak bisa menulis namun bisa jadi seperti saya yang tidak sesuai dengan trend pasar atau tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit. Kalau sudah begini jangan putus harapan, datang saja ke penerbit lain yang memiliki satu pemikiran dengan karya kita atau alternative kedua me-make over-kan karya kita hingga menjadi sebuah buku yang baik.
Jadi jangan putus semangat, selalu ada harapan baru dalam setiap kegagalan. Dan selalu ada peluang dari setiap kejadian…

Salam Inspirasi

Irawan Senda